Jumat, 23 Maret 2012

Perilaku Tercela ( Takabur )

A. Pengertian
     Sebelum menjelaskan pengertian takabur, terlebih dahulu kita menjelaskan tentang definisi akhlaq.
1.  Akhlaq menurut Al Imam Ghozali
     Akhlaq yaitu suatu yang tertanam dalam jiwa yang sifat itu timbul perbuatan-perbuatan mudah
     dengan tidak memerlukan pertimbangan pemikiran.
2.  Akhlaq menurut Imam Ahmad Al Amin
     Sebagian para ulama tentang akhlaq yaitu suatu kehendak yang dibiasakan, dengan pembiasaan
     itulah maka disebut akhlaq. Maka akhlaq bisa dibuat-buat oleh seseorang karena adanya tujuan
     tertentu.
3.  Akhlaq menurut Imam Ibnu Al Maskaweh
     Akhlaq yaitu keadaan jiwa seseorang yang mendorong untuk melakukan perbuatan-perbuatan
     tanpa melalui pertimbangan pikiran lebih dahulu.
    Dari beberapa  definisi para ahli tersebut di atas bahwa akhlaq bertitik tolak pada kebiasaan yang diperbuat oleh seseorang yang menjadi suatu tingkah laku dalam perbuatan tersebut tanpa adanya pertimbangan pemikiran terlebih dahulu.
   Dalam  melakukan perbuatan, seseorang sudah menjadi sifat tabi'at yang dibiasakan sehari-seharinya, dimana seseorang misal berbuat dengan pertimbangan lainnya maka belum disebut akhlaq karena mungkin muncul perubahan yang tidak terbiasa baik menjadi baik karena tujuan-tujuan tertentu yang menguntungkan bagi dirinya.

B.  Takabur
     Takabur berasal dari bahasa arab yaitu takabbaro, yatakabbaru, takabburon artinya merasa besar, merasa besar sendiri dan merasa paling lebih, sedangkan menurut istilah para ahli, takabur yaitu suatu sifat kejiwaan seseorang yang berperasaan bahwa dirinya sendiri yaitu serba paling besar, paling lebih serta menganggap lainnya rendah. Padahal kenyataan yang ada pada dirinya yaitu tidak demikian justru sebaliknya.
     Sifat takabur merupakan sifat seseorang yang dibenci oleh Allah serta Rosul-Nya begitu pula dalam kehidupan bermasyarakat karena sifat takabur dapat merusak pergaulan sesamanya.

Larangan bersifat takabur atau sombong yaitu dijelaskan dalam Al qur'an
1. QS. Al Isro : 37
    Yang artinya " Janganlah engkau berjalan di muka bumi dengan sombong sesungguhnya engkau
    tidak dapat menembus bumi dan tak akan sampai engkau setinggi gunung ( QS. Al Isro : 37 )

2. QS. An Nahl : 23
    Yang artinya " Sebenarnya bahwa Allah mengetahui apa-apa yang mereka sembunyikan dan
    apa-apa yang mereka lahirkan, sesungguhnya Allah tidak mengasihi orang-orang yang sombong
    ( QS. An Nahl : 23 )

3. QS. An Nisa : 36
    Yang artinya " Sesungguhnya Allah tidak mengasihi orang-orang yang sombong dan bermegah
    -megahan ( QS. An Nisa : 36 )

C. Sebab-sebab timbul sifat takabur
     Seseorang bersikap takabur yaitu merasa dirinya lebih dan menganggap lainnya rendah, itu karena
     adanya beberapa faktor yaitu :
a.  Kurang mensyukuri nikmat Allah yang telah diterimanya baik itu khilaf atau disengaja. Orang
     yang tidak bersyukur kepada nikmat Allah ia mudah berbuat sombong karena ia kurang
     menyadari bahwa pemberian Allah hanyalah sebatas sementara, misalkan :
  - Karena pandai maka orang lain dianggap bodoh
  - Karena kaya maka orang lain dianggap miskin
  - Karena ia cakep/ cantik menganggap orang lain jelek.

b. Kurangnya pergaulan dengan orang-orang yang shaleh yang dapat memberikan nasihat pada dia,
    sehingga merasa dirinya lepas dari kendali keagamaan.

c. Kurangnya pendalaman ilmu agama yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, walaupun ia
    pandai namun tidak diamalkan, sehingga yang tampak hanyalah kesombongan belaka.

d. Kurangnya menerima saran dan nasihat dari orang lain, walaupun nasihat itu datang dari tingkat
    level bawah namum isinya baik, maka sebaiknya menerima.

e. Kurangnya beribadah kepada Allah khususnya shalat fardlu yang lima kali serta menelaah arti dari
    shalat.

D. Bahaya takabur
    Takabur merupakan sifat yang tercela baik dari segi agama maupun masyarakat, oleh karena itu takabur akan membahayakan antara lain :
1. Takabur dapat merugikan diri sendiri di dunia dan akhirat. Bahaya di dunia ia akan dijauhi oleh
    teman maupun masyarakat, sehingga ia akan mengalami beberapa kesulitan karena manusia tidak
    bisa hidup layak tanpa bantuan orang lain. Kemudian bahaya di akhirat yaitu Allah menjelaskan
   dalam firman-Nya Surat An Nahl ayat 29 yang artinya " Maka masuklah dipintu-pintu neraka
    jahanam, kamu kekal di dalamnya maka amal buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan
    diri itu ".

2. Takabur dapat merugikan orang lain atau masyarakat, orang lain akan rugi dngan kesombongan
    mereka, karena takabur adalah salah satu tipu daya maka orang lain yang kurang waspada akan
    tertipunya. Misalkan penampilan yang sombong agar orang lain percaya, namun kenyataan ia
    rendah dan tidak sebaik yang ditampilkan.

3. Takabur dapat menimbulkan permusuhan dengan lainnya, sehingga kurang mendapat simpatik
    dalam berteman. Hal ini orang yang sombong akan banyak lawan dan sedikit kawan, bahkan
    sampai-sampai tak ada teman dan masyarakat karena kesombongannya.

4. Takabur dapat menimbulkan kurangnya kepercayaan. Karena yang ia katakan ia bohong, yang ia
    perbuat hanyalah kesombongan belaka baik dalam berbicara, berjalan dan bertingkah laku dan lain
    sebagainya.

E. Cara menjauhi sifat takabur
1. Menambah keimanan dan ketaqwaan serta mendekatkan diri kepada Allah.

2. Selalu bertafakur kepada Allah bahwa Allah yang bersifat lebih dari segala-galanya, manusia
    adalah lemah dan doif.

3. Menyadari bahwa semua pemberian dari Allah hanyalah sementara, maka dengan itu tidak
    menyombongkan dirinya. Allah benci kepada orang-orang yang berperilaku sombong.

4. Menyadari hakikat kejadian manusia. Bahwa hakikat kejadian manusia adalah dari sesuatu yang 
    rendah dan tak bernilai yaitu dari saripati tanah liat yang kemudian menjadi nutfah atau sperma.
   Orang yang berbaik hati sikap yang tidak sombong itu akan selalu dalam tingkah lakunya
   perbuatannya senantiasa menghargai orang lain baik berupa saran, nasihat dan petunjuk baginya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar